JUAL ALQURAN PELANGI MURAH

Hubungi WhatsApp 085641178823 Pin BB 7E8475CC distributor, #jual, #suplier, #murah, #harga, #agen, #reseller, #alquran pelangi, #aceh, #medan, #pekanbaru, #padang, #riau, #batam, #jambi, #palembang, #bengkulu, #lampung, #banten, #tangerang, #bogor, #depok, #jakarta, #bekasi, #cirebon, #semarang, #bandung, #jogja, #malang, #surabaya, #bali, #makassar, #samarinda, #banjarmasin, #kutai, #pontianak

HATI SEBENING MATA AIR

Diposkan pada : 27-01-2016 13:25:09
Hati Sebening Mata Air_Hati.png

Dengan fitrah yang dimilikinya, manusia menginginkan hati yang sehat (qalbun salim). Suatu kondisi hati yang membuatnya mampu menembus pintu langit, dan terbebas dari noktah-noktah kemaksiatan. Masalahnya, bagaimana mencapai ondisi hati seperti itu? Terlebih ritme kehidupan yang kita jalani sehari-hari kurang memberikan porsi seimbang untuk merawat hati. Di saat yang sama, setan selalu berusaha membenamkannya ke dalam lumpur kemaksiatan sedalam-dalamnya. Dus, sulitkah memiliki hati yang sehat?

Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang penulis mencoba mnepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya selain didukung oleh beragam dalil baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi, buku ini mendudukkan diri sebagai penasehat yang bijaksana. Sapaan dan renungan yang disampaikan, menggambarkan betapa penulis sangat memahami kondisi kita hari ini yang belepotan maksiat. Ia tak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara bertahap.

Penulis            :  Amru Khalid

Halaman         :  264 Hal (SC)

Ukur / Berat   :  15 x 23  cm /

penerbit          :  Aqwam

ISBN                 :   978-979-98690-15-9

Harga             :  Rp.49.000

FOR ORDER:

BB: 7E8475CC

WA/SMS: 085641178823

www.pramezshop.com jual alquran pelangi

-------------------------------------------------------

Info Terkini

DISTRIBUTOR BUSANA MUSLIM

PANGKALPINANG, Saco_Indonesia.com - Kasus pemukulan terhadap pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriani, yang dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal daerah (BKPMD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) diambil alih Polres Pangkalpinang.

"Berkas dari Polsek Pangkalanbaru sudah kita ambil alih. Pengambil alihan perkara ini supaya proses penyidikannya lebih cepat. Karena di Polsek Pangkalanbaru, penyidiknya masih menangani beberapa kasus lainnya," kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Bariza Sulfi, sabtu (8/6/2013) kemarin.

Ia mengatakan, berkas perkara dan barang bukti dari Polsek Pangkalanbaru sudah diserahkan penyidik Polres Pangkalpinang. Selanjutnya, berkas tersebut akan ditangani oleh Unit Reskrim Polres Pangkalpinang.

AKBP Bariza Sulfi menjelaskan, pihaknya hanya menangani perkara penganiayaan yang dilakukan Zakaria terhadap Nur Febriani. Untuk dugaan pelanggaran undang-undang keselamatan penerbangan tidak ditangani Polres Pangkalpinang.

"Saat ini kita hanya menangani kasus pidana pemukulannya saja. Kita tidak menerapkan kasus ke dalam undang-undang keselamatan penerbangan," kata Bariza Sulfi.

Hal ini karena sesuai pemeriksaan, hal-hal yang berkait dengan dugaan pelanggaran keselamatan penerbangan tidak terjadi di Pangkalpinang. Akan tetapi, terjadinya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zakaria dilaporkan ke aparat kepolisian oleh seorang pramugari Sriwijaya Air bernama Febriani. Pemukulan itu terjadi di pesawat bernomor penerbangan SJ 078 tak lama setelah mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Rabu (5/6/2013) sekitar pukul 19.30 WIB.

Dalam kasus ini, Zakaria sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh aparat kepolisian. Zakaria dianggap bertanggung jawab karena telah memukulkan gulungan koran ke arah bagian belakang leher korban sehingga menimbulkan bekas kemerahan. Pemukulan tersebut dipicu kekesalan tersangka karena ditegur korban untuk mematikan ponsel saat pesawat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar satu jam sebelumnya.

Upaya damai kedua belah pihak sudah ditempuh dengan permohonan maaf dari Zakaria. Namun, Febriani masih trauma dan tidak terima dengan perlakuan tersebut sehingga kasus ini tetap dibawa ke jalur hukum. (Hendra)

Editor :Liwon Maulana
DISTRIBUTOR BUSANA MUSLIM